Senin, 11 Juni 2012
Gazebo Kayu Kelapa | KONSEP GAZEBO BALI: PADUAN GAZEBO KAYU KELAPA DENGAN TANAMAN AROMATIK
Salah satu konsep gazebo adalah konsep gazebo yang bergaya Bali. Tentu saja, seperti namanya gazebo ini sangat khas mencirikan segala sesuatu yang berhubungan dengan Pulau Bali. Pada umumnya konsep ini akan berupa gazebo panggung (maksudnya lantai yang lebih tinggi dari titik 0 tanah), dengan bahan yang alami, dan mahkota yang berukir. Tak ketinggalan aksesoris taman berupa Pohon Kamboja (Plumeria) dengan wangi bunga yang sangat khas. Tidak kurang banyak pemulia taman memadukannya dengan kolam ikan dan air mancur, sehingga suasana menjadi benar-benar mewakili suasana di pulau Bali.
Konsep gazebo dan taman memiliki hubungun yang erat, tak terpisahkan. Gazebo ini akan semakin tampak maksimal bila didukung oleh taman yang asri.
Anda juga bisa memiliki sebuah Gazebo dengan gaya Bali dengan konsep yang sedikit terpisah dari konsep rumah anda. Tentunya anda harus menyeimbangkannya dengan susunan taman yang sesuai pula.
Kesan etnik Bali yang eksotis terwujud dari bentuk dan bahan-bahan alami khas Bali yang digunakan pada Gazebo. Tak hanya itu, untuk memperkuat kesan eksotis Bali, lengkapi Gazebo anda dengan sebuah kolam dengan patung ikan yang mengeluarkan air mancur, tanaman khas Bali berupa pohon kamboja atau pisang kipas, maka lengkaplah Gazebo khas Bali anda.
Gazebo ini dibuat berbentuk panggung. Terdapat bagian dasar (base) berupa betonan cor dan bagian atasnya terdapat gazebo dengan lantai panggung. Bagian dasar (base) bisa mendapat finishing teraso. Sedangkan lantai panggung menggunakan kayu kelapa.
Kesan gaya Bali diperkuat dengan bentuk tiang yang bulat dari bahan kayu kelapa. Atap menggunakan material khas Bali, yaitu atap alang-alang atau atap sirap kayu ulin dengan elemen dekoratif berupa mahkota yang terbuat dari tanah liat atau tembaga pada puncak atap. Mahkota tersebut kemudian mendapat finishing natural atau emas, sehingga terkesan antik dan mewah. Pada bagian lisplang, dipasang kain warna merah atau kain motif kotak-kotak hitam putih khas Bali. Gazebo konsep Bali sudah terbayang?
Namun ingat yang paling penting adalah memadukannya dengan tanaman aromatik, karena ini menjadi satu kebutuhan yang sangat mendasar dalam konsep gazebo Bali. Selamat mencoba.
Editor | Tanaman Aromatik | Tribute to | Gazebo Kayu Kelapa | Agro Gemilang |
Posted by: Agro Gemilang
Tanaman Aromatik, Updated at: 00.32
Selasa, 05 Juni 2012
Jasa Taman | TANAMAN AROMATIK MENJADIKAN TAMAN LEBIH PRIVAT
Bila taman yang indah, asri, nyaman, masih terasa ada yang kurang, maka sebaiknya pertimbangkan membuat taman dengan lebih privat, dengan mengaplikasikan tanaman aromatik didalamnya. Tanaman aromatik ini akan membuat kita menjadi lebih 'dekat' dengan taman. Aroma yang ditebarkan tanaman-tanaman ini akan menjadi nilai lebih tersendiri bagi kia. Bahkan wanginya dapat membuat kita selalu mengingat taman kita sendiri, bahkan bila kita mencium wangi yang sama di tempat yang berbeda. Hal ini membuat keterikatan antara taman dan pemiliknya.
Banyak pelaku jasa taman (baca: tukang taman) setuju bahwa terapi aroma tanaman dapat membuat tubuh menjadi lebih sehat dan jiwa lebih segar. Sedangkan untuk mengaplikasikan tanaman-tanaman ini di dalam taman juga tidaklah sulit. Taman yang diperlukan tidaklah harus luas. Dengan memanfaatkan sebuah sudut taman yang dekat dengan
tempat dimana pengunjung taman dapat duduk tenang menikmatinya, terapi
aroma dapat dihadirkan di rumah. Wangi dihasilkan baik dari jenis semak,
rumput, pohon besar hingga tanaman sayur atau rempah-rempah. Tetapi
umumnya, didapat dari harum bunga yang sedang mekar.
Agar tanaman berbunga sepanjang tahun ada tips yang dapat dilakukan,
yaitu memilih jenis tanaman yang sesuai dengan iklim, dan menempatkannya
di area yang kondusif untuk pertumbuhan bunganya. Kondisi ini antara
lain, menanam tanaman pada tanah subur dan lokasi yang dapat menerima
panas di siang hari sesuai kebutuhan tanaman. Sedangkan, untuk menarik
aroma bunga hingga ke dalam ruangan atau teras dapat dilakukan dengan
memanfaatkan arah angin yang menuju ruang dalam rumah atau teras.Berikut ini beberapa jenis tanaman yang sering digunakan pada taman rumah dengan penerapan tanaman aromatik didalamnya;
1. Bunga Melati (Jasminum grandifolium)
Jenis melati cukup banyak, ada yang bernama melati keraton hingga melati tumpuk. Wangi bunga Melati ini merupakan jenis terkuat dan paling khas dari sekian banyak wangi bunga-bunga lainnya, serta wanginya akan semakin tajam pada malam hari. Karena kekuatan wanginya tersebut, suku Indian menamakan jenis ini "Queen of the night".
Khasiat dari terapi aroma melati adalah dapat mengurangi sakit/nyeri, anti despresi, anti radang, pengontrol kuman dan bakteri, penenang, menstimulasi kerja saraf, mengurangi pegal dan kram, zat penambah nafsu seks, dan dapat menambah produksi asi bagi ibu-ibu setelah melahirkan.
2. Kenanga (Cananga odorata)
Tanaman semak tinggi yang tumbuh sepanjang tahun ini juga dikenal dengan nama Ylang Ylang di Malaysia. Tumbuh sangat baik di daerah tropis, seperti Indonesia yang memang merupakan asal tanaman ini.
Fungsi utamanya adalah sebagai anti depresi, anti bakteri dan kuman, mengurangi keinginan seksual, menurunkan tekanan darah, dan memberikan efek menenangkan bagi siapa saja yang menghirup aromanya.
3. Salvia (Salvia sclaria)
Keluarga bunga Salvia ada banyak macamnya. Di Indonesia bahkan ada yang salah menamakannya sebagai Lavender karena bentuk bunganya yang mirip dan wangi. Bunganya ada yang berwarna ungu kebiruan hingga merah muda keputih-putihan.
Jika terlalu banyak menghirup atau menggunakan sari minyaknya akan mengakibatkan perasaan seperti menghisap narkotik. Dengan kandungan tersebut, khasiat yang utama adalah sebagai obat anti depresi, anti kuman dan bakteri, meningkatkan gairah seksual, mengecilkan pori-pori kulit, meringankan sakit perut akut/tiba-tiba, melancarkan pencernaan makanan, membantu siklus menstruasi yang teratur, mengurangi tekanan darah, meningkatkan dan memperbaiki kinerja sistem saraf, bersifat menangkan serta menguatkan dan menyegarkan tubuh.
4. Sedap Malam (Polianthes tuberosa)
Jenis bunga ini banyak sekali digunakan diberbagai macam acara. Wanginya yang khas dapat memberikan efek tenang dan meningkatkan daya tahan tubuh. Dapat digunakan sebagai anti depresi, memberikan efek hipnotis, membuat rasa kantuk dan memberikan kesan sensual.
5. Mawar (Rosa centifolia, Rosa damascena. Rosa gallica)
Banyak jenis mawar yang dengan mudahnya kita temui di sekitar kita. Warnanya pun bermacam-macam. Kehadiran warna warni bunga tersebut dapat menyemarakkan taman sehingga terkesan lebih romantis dan feminis.
Khasiat utamanya adalah: anti depresi, anti kuman dan bakteri, meringankan kejang-kejang dan kram pada otot, meningkatkan gairah seks, membantu siklus menstruasi yang teratur, meningkatkan kinerja liver, menstimulasi kinerja sistem syaraf, menenangkan, dan menguatkan kandungan.
6. Cempaka (Michelia champaca)
Bunga yang ternyata berasal dari India ini telah kerap kali digunakan pada bahan pembuatan wewangian dan aromaterapi. Bunga ini mempunyai arti yang cukup sakral dekat dengan perihal Dewa dan Dewi, yaitu sebagai jelmaan Laskhmi. Baik sebagai anti depresi, menghangtkan tubuh, menambah keyakinan diri hingga meringankan kram perut terutama saat menstruasi serta ketidakteraturan tanggal datang bulan.
Dan masih banyak tanaman aromatik lain yang akan kita bahas di artikel-artikel selanjutnya. Tunggu kami ya...
Editor | Tanaman Aromatik | Tribute to | Jasa Taman | Agro Gemilang |
Posted by: Agro Gemilang
Tanaman Aromatik, Updated at: 20.19
Senin, 04 Juni 2012
Tanaman Aromatik | MERAWAT ANGGREK AGAR RAJIN BERBUNGA
Agar tanaman anggrek rajin berbunga dan mekar bunganya tahan lama, ada beberapa faktor yang perlu diketahui dan diperhatikan. Pada umunya bunga rontok atau gugur dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain faktor alamiah, genetik, iklim, hama dan penyakit, serta pemupukan.
- Alamiah, gugur atau rontoknya bunga tidak perlu dipermasalahkan bila terjadi secara alamiah. Artinya, bunga gugur karena telah lama mekar. Di bagian atau tempat bunga rontok terdapat lapisan absisi (lapisan tipis yang terdiri dari beberapa lapis sel) yang akan semakin tipis dan kering.
- Genetik, cepat atau lamanya bunga layu dan rontok juga dipengaruhi oleh faktor genetik (turunan). Sifat bunga seperti itu masih dapat diperbaiki oleh pemulia tanaman melalui seleksi atau perbaikan sifat dengan persilangan atau hibridisasi.
- Iklim, faktor iklim merupakan faktor alam sehingga sulit untuk dihindari. Oleh karena itu, ramalan cuaca sangat penting untuk menentukan waktu penyiraman, pemupukan, serta pengendalian hama dan penyakit. Dengan demikian, diharapkan bunga dapat bertahan lama. Pengaruh iklim seperti hujan, suhu dan angin dapat mempercepat gugurnya bunga anggrek.
- Hujan. Hujan yang turun terus menerus menyebabkan aerasi dan drainase udara menjadi terganggu. Akibatnya, proses fisiologis tanaman menjadi terhambat dan bunga akan mudah rontok. Selain itu hujan lebat dan berkepanjangan dapat menyebabkan patahnya pedicel dan peduncle bunga (tangkai bunga).
- Suhu. Musim kemarau berkepanjangan atau suhu udara sangat tinggi dan berkepanjangan dapat menyebabkan terganggunya proses fisiologis tanaman anggrek. Kondisi ini menyebabkan terjadinya transpirasi secara berlebihan sehingga tanaman kekurangan cairan. Akibatnya, bunga menjadi cepat layu, berkerut, dan akhirnya rontok. Untuk mengatasi agar bunga tidak cepat layu dan rontok maka di sekitar tempat pertanaman disemprotkan air untuk meningkatkan kelembaban.
- Angin. Angin yang bertiup sepoi-sepoi (lembut) sangat baik dan cocok untuk petumbuhan serta perkembangan tanaman anggrek, termasuk pembungaan karena terjadi pertukaran udara. Namun, bila angin bertiup dengan sangat kencang dan berkepanjang dapat merobohkan tanaman dan mematahkan tangkai bunga. Di samping itu, angin yang kencang dapat menyebabkan stigma/ kepala putik (tempat meletakkan polen dan masuknya tabung polen ke dalam ovary pada waktu polinasi) menjadi kering. Oleh karena itu, untuk daerah yang sering terdapat angin kencang harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut.
- Jenis anggrek yang dipelihara atau dibudidayakan sebaiknya mempunyai sosok yang agak pendek atau rendah sehingga tidak mudah patah atau roboh.
- Disekeliling tempat pertanaman diberi pelindung atau penahan angin seperti paranet atau sejenisnya.
- Hama dan Penyakit. Hama seperti kutu, kumbang, semut, siput dan ulat atau sejenisnya sering memakan atau mengisap cairan tanaman, termasuk bagian bunga. Akibatnya, bunga menjadi robek atau layu dan rontok sebelum waktunya. Penyakit yang sering menyerang bunga adalah bercak bunga yang disebabkan oleh Botrytis cinerea. Serangannya menyebakan bercak-bercak cokelat pada kuntum bunga sehingga penampilannya tidak menarik dan akhirnya bunga menjadi cepat busuk. Agar bunga dapat bertahan lama maka perlu dilakukan pencegahan. Prinsip pencegahan ini meliputi penerapan kultur teknis dan sanitasi untuk menciptakan kondisi yang dapat menekan perkembangan hama dan penyakit. Langkah-langkah pencegahan hama dan penyakit yang perlu dilakukan sebagai berikut.
- Lakukan penyiraman bila diperlukan. Air diperlukan sebagai pelarut dalam proses fotosintesis, berperan dalam mempertahankan turgor, dan pengatur suhu dalam jaringan tanaman. Pada umumnya, tanaman anggrek membutuhkan kelembaban tinggi, tetapi bukan berarti membutuhkan penyiraman air yang banyak, karena kalau terlalu banyak justru akan merangsang pertumbunhan bakteri penyebab busuk hitam atau busuk lunak. Air yang menggenang di ketiak daun membuat pertumbuhan patogen lebih baik sehingga dapat menimbulkan penyakit. Penyiraman yang baik yaitu pada pagi hari sebelum matahari terbit (06.00-07.00) dan sore hari sesudah matahari terbenam (17.00-18.00). Air siraman disemprotkan pada seluruh bagian tanman, terutama bagian bawah permukaan daun. Air bekas cucian beras dapat digunakan untuk menyiram atau memupuk tanaman anggrek. Air tersebut mengandung vitamin dan hidrat arang yang sangat bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman anggrek.
- Perhatikan media tumbuh angrek. Media tumbuh yang baik harus memenuhi beberapa persyaratan, antara lain mampu mengikat/ menyimpan air dan hara secara baik, mempunyai aerasi dan drainase yang baik, tidak mudah lapuk, tidak menjadi sumber penyakit, dan mudah diperoleh dalam jumlah yang diharapkan. Media tumbuh yang mempunyai banyk rongga memberi peluang bagi akar untuk tumbuh dan berkembang ke segala arah karena akar mendapatkan banyak oksigen.
- Sterilkan alat-alat seperti pisau atau gunting stek dengan alkohol 70% atau desinfektan lainnya setiap kali akan digunakan.
- Karantinakan tanaman baru selama 2 - 3 bulan atau sampai benar-benar sehat. Caranya adalah tanaman tersebut diisolasi atau dipisahkan dari tanaman lainnya dan dipelihara secara intensif dengan cara disiram sesuai kebutuhan; diberi pupuk secara teratur dua kali seminggu sesuai dosis anjuran; disemprot dengan pestisida seperti insektisida, fungisida, dan bakterisida sesuai dosis anjuran sampai tanaman tersebut benar-benar sehat. Tanda sudah sehat adalah pada tanaman tersebut terbentuk tunas-tunas baru yang kuat dan sehat.
- Sterilkan media tumbuh sebelum digunakan dengan uap/air panas, fumigan, atau direndam dalam pestisida.
- Singkirkan atau isolasikan tanaman yang diketahui atau dicurigai terserang penyakit.
- Buang tanaman atau bagian tanaman yang sakit.
- Lakukan pencegahan penyakit dengan penyemprotan fungisida dan bakterisida. Fungisida yang dpat diberikan seperti Benlate, Dithane M-45, Difolatan, Antracol, atau Daconil dengan dosis yang dapat diberikan misalnya Agrept, Cuprocide -45, dan Dimanin dengan dosis 0.1-0.2% seminggu sekali atau sesuai dosis anjuran.
- Lakukan pencegahan hama seperti serangga, kutu, ulat dan semut dengan penyemprotan insektisida seperti Kelthane, Orthane, Bayrusil, dan Malathion dengan dosis 0.1-0.1% seminggu sekali atau sesuai dosis anjuran. Selain itu pengendalian terhadap hama yang menyerang anggrek dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu;
- Mekanis, dilakukan bila serangan hama masih dalam jumlah terbatas, misalnya: pengendalian secara mekanis untuk kumbang gajah dilakukan pada pagi dan sore hari. Caranya: Kumbang (atau mungkin juga keong) yang menyerang, ditangkap dan dipindahkan jauh-jauh (kalau tidak tega untuk memusnahkan).
- Sanitasi, dilakukan dengan cara membersihkan lingkungan, terutama dari sampah dan gulma, karena cara ini dapat mengurangi keberadaan keong berumah, keong telanjang, atau keong setengah telanjang.
- Kimiawi, yaitu dengan menggunakan pestisida. Namun penggunaan harus tepat dan sesuai dengan organisme pengganggu yang akan dikendalikan. Beberrapa jenis pestisida antara lain;
- insektisida untuk mengendalikan hama serangga.
- akarisida untuk mengendalikan hama tungau,
- molusida untuk mengendalikan hama keong.
- fungisida untuk mengendalikan cendawan
- bakterisida untuk mengendalikan bakteri.
- Pemupukan. Proses pembungaan pada tanaman sangat tergantung pada pertumbuhan vegetatif. Bunga terbentuk pada saat pertumbuhan vegetatif menurun atau terhenti. Peralihan pertumbuhan dari fase vegetatif ke fase generatif ditandai dengan pertumbuhan tanaman yang semakin menurun. Cara pemupukan yang efektif adalah melalui daun, yaitu dengan menyrmportkan pupuk ke seluruh baigan tanaman terutama bagian bawah permukaan daun. Hal ini dikarenakan daun mampu menyerap sebagian besar pupuk yang diberikan, sedangkan akar hanya mampu menyerap sedikit pupuk yang diberikan. Waktunya sama dengan waktu penyiraman, pagi 06.00-07.00 atau sore 17.00-18.00.
- Repotting. Bagi anggrek yang terus meninggi dan masih rajin berbunga, tidak perlu di repotting (mengganti pot) karena kemungkinan sifat genetik atau sifat bawaannya seperti itu. Namun ada beberap sifat tanaman anggrek yang harus segera di repotting, seperti:
- Telah cukup tinggi dan penuh berdesakan. Menurut sifat dan pola pertumbuhannya, anggrek monopodial akan tumbuh meninggi tanpa batas sehingga akar dan batangnya tidak mampu menyangga tanaman tersebut. Dalam keadaan seperti itu tanman perlu di repotting. Berbeda dengan pola pertumbuhan anggrek tipe simpodial yang pertumbuhan keatasnya terbatas.
- Media tumbuh talah hancur, termakan usia sehingga mendia telah mengalami dekomposisi.
- Media tumbuh terserang hama dan penyakit.
Posted by: Agro Gemilang
Tanaman Aromatik, Updated at: 21.42
Jumat, 01 Juni 2012
Tanaman Aromatik | MENGENAL TANAMAN AROMATIK
Tanaman aromatik ditandai dengan aroma mereka yang kuat dan sering menyenangkan bagi manusia. Persepsi ini muncul karena adanya zat yang disebut "minyak esensial" yang berfungsi di alam (menarik serangga, mengusir serangga, dll.). Beberapa tanaman memiliki distribusi seperti "minyak esensial" , sedangkan tanaman yang lain berkonsentrasi menunjukkan keberadaan mereka dengan menojolkan fungsi di beberapa bagian tanaman seperti daun, biji, umbi, atau kelopak. Tergantung pada jenis tanaman, Anda akan menggunakan bagian yang berbeda dari yang tanaman sama untuk mendapatkan efek yang diinginkan.
Akan banyak pembahasan tentang tanaman aromatik yang kita kembangkan dan sharing di blog ini. Keep in touch ya.
Salam,
www.agrogemilang.id
Editor | Tanaman Aromatik | Agro Gemilang |
Posted by: Agro Gemilang
Tanaman Aromatik, Updated at: 01.02
Langganan:
Postingan (Atom)



